Karya Tulis Ilmiah Hubungan Perhatian Orang Tua Terhadap Hasil Belajar Siswa

 

KARYA TULIS ILMIAH

 

HUBUNGAN PERHATIAN ORANG TUA
TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Disusun oleh :

Nama  :  S I B L I

NIM  :  1001037213

 

 

 

 

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PROF. DR. HAMKA

PJJ – UHAMKA

2011


KATA PENGANTAR

 

Dengan mengucapkan syukur alhamdulillah penulis dapat menyelesaikan karya tulis yang berjudul “Peran Orang Tua dalam Pendidikan”.

Adapun maksud dari penyusunan karya tulis ini adalah untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah di Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. HAMKA – PJJ UHAMKA Bogor.

Dalam menyusun karya tulis ini, penulis mendapat bantuan dan bimbingan dari berbagai pihak. Oleh karena itu, melalui pengantar ini penulis ucapkan banyak terima kasih atas segala bantuan yang telah diberikan. Semoga semua kebaikan dibalas oleh Allah SWT dengan balasan yang berlipat ganda.

Karena terbatasnya pengetahuan serta kemampuan yang dimiliki, penulis menyadari bahwa dalam penyusunan karya tulis ini masih jauh dari sempurna dn masih terdapat kekurangan dan kesalahan baik dalam penyusunan kata, penulisan, maupun isi serta pembahasannya. Untuk itu saran dan kritik yang bersifat membangun sangat penulis harapkan demi perbaikan penyusunan karya tulis lain di masa yang akan datang.

Akhir kata, penulis berharap semoga karya tulis ini bermanfaat bagi penulis khususnya, dan umumnya bagi para pembaca.

 

 

Jasinga,  Juni 2011

Penulis

i

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR………………………………………………………………………………… i

DAFTAR ISI…………………………………………………………………………………………….. ii

BAB I   PENDAHULUAN………………………………………………………………………… 1

A.      Latar Belakang Masalah…………………………………………………………… 1

B.       Identifikasi Masalah………………………………………………………………… 2

C.       Pembatasan Masalah………………………………………………………………… 2

D.    Perumusan Masalah………………………………………………………………….. 2

E.     Tujuan Penelitian……………………………………………………………………… 2

BAB II  TINJAUAN TEORITIS………………………………………………………………… 3

  1. Deskripsi Teori………………………………………………………………………… 3
    1. Hakekat Perhatian Orang Tua……………………………………………….. 3
    2. Hakekat Hasil Belajar Siswa…………………………………………………. 6
  2. Kerangka Berpikir……………………………………………………………………. 8

BAB III METODOLOGI PENELITIAN…………………………………………………… 10

A.      Tempat dan Waktu Penelitian………………………………………………….. 10

B.       Variabel Penelitian…………………………………………………………………. 10

C.       Metode Penelitian………………………………………………………………….. 10

D.      Sampel ………………………………………………………………………………… 10

E.       Instrumen Penelitian………………………………………………………………. 11

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN……………………………… 12

A.      Deskripsi Data Hasil Penelitian……………………………………………….. 12

  1. Skor Perhatian Orang Tua (Variabel X) ……………………………….. 12
  2. Skor Hasil Belajar Siswa (Variabel Y) …………………………………. 13

B.       Interpretasi Data……………………………………………………………………. 14

C.     Pembahasan Hasil Penelitian……………………………………………………. 14

BAB V KESIMPULAN, IMPLIKASI DAN SARAN………………………………… 15

A.      Kesimpulan ………………………………………………………………………….. 15

B.     Saran- saran ………………………………………………………………………….. 15

DAFTAR PUSTAKA

ii

 



BAB I

PENDAHULUAN

 

A.    Latar Belakang Masalah

Pendidikan merupakan salah satu upaya untuk melakukan bimbingan terhadap peserta didik oleh pendidik untuk menuju kedewasaan peserta didik.

Pendidikan juga dilakukan oleh orang tua terhadap anaknya guna mencapai tujuan yang telah ditentukan sebelumnya. Salah satu tujuan itu antara lain memberi bekal kecerdasan kepada anak untuk digunakan kelak dalam menjalani hidupnya setelah dewasa.

Di satu pihak pendidikan mempersiapkan peserta didik untuk menjadi manusia dengan perilaku yang sesuai dengan nilai, norma dan peraturan yang berlaku di masyarakat. Peserta didik harus mematuhi falsafah hidup yang dianut oleh bangsa dan negaranya.

Namun demikian tekanan utama tanggung jawab pendidikan adalah berada dipundaknya para orang tua. Walaupun pada hakekatnya tanggung jawab pendidikan itu terletak pada komponen-komponen keluarga, sekolah dan masyarakat, termasuk negara, dalam satu sistem pendidikan nasional.

Dalam kenyataan nampak kepada kita, bahwa secara empiris tidak semua orang tua, sebagai penanggung jawab utama, melakukan kewajibannya sesuai sebagaimana mestinya.

Perhatian orang tua terhadap anak seharusnya dilakukan secara sengaja, intensif dan terkonsentrasi dengan penuh rasa kasih sayang dalam pelaksanaannya demi prestasi belajar anak dan perkembangan kepribadiannya.

Dalam kaitan ini maka nampak ada kesenjangan antara keharusan orang tua melakukan kewajibannya dengan kenyataan di dalam praktek secara empiris. Hal ini menjadi menarik perhatian penulis untuk melakukan penelitian lebih lanjut apakah kendala yang dihadapi para orang tua dalam menghantarkan anaknya guna mencapai prestasi belajarnya, baik di rumah maupun di sekolah. Apakah ada hubungan antara perhatian orang tua dengan prestasi belajar anak atau siswa.

Oleh karena itulah penulis tertarik untuk melakukan penelitian lebih lanjut dan hasil penelitian itu dituangkan dalam bentuk karya tulis dengan judul ”Hubungan Perhatian Orangtua Dengan Prestasi Belajar Siswa”

 

B.     Identifikasi Masalah

Berdasarkan latar belakang di atas, maka identifikasi masalah dalam penelitian ini adalah:

  1. Apakah perhatian orangtua ada hubungannya dengan perkembangan anak?
  2. Apakah ada hubungan perhatian orangtua dengan prestasi belajar siswa?
  3. Apakah kendala yang dihadapi orangtua adalam memberikan perhatian kepada anaknya?
  4. Adakah manfaatnya bagi anak, bila orang tua memberikan perhatian kepada anaknya?

 

C.    Pembatasan Masalah

Untuk mempermudah kajian teoritisnya dan adanya keterbatasan penulis, maka penulis membatasi pada permasalahan hubungan perhatian orangtua dengan prestasi belajar siswa kelas VI dalam mata pelajaran PPKn di SDN Curug 05 Kecamatan Jasinga Kabupaten Bogor.

 

D.    Perumusan Masalah

Berdasarkan pembatasan masalah yang dikemukakan di atas, maka masalah dalam penelitian ini dapat dirumuskan sebagai berikut: “Apakah ada hubungan antara perhatian orangtua dengan prestasi belajar siswa ? “

 

E.     Tujuan Penelitian

Dari proses dan hasil penelitian ini diharapkan memberikan kegunaan kepada:

  1. Untuk mengetahui hal-hal yang berkaitan dengan perhatian orangtua terhadap anaknya.
  2. Untuk mendorong memberikan perhatian yang penuh kasih sayang demi perkembangan kepribadian dan kecerdasan anak.

BAB II

TINJAUAN TEORITIS

  1. A.    Deskripsi Teori
    1. Hakekat Perhatian Orang Tua

Keluarga merupakan unit organisasi terkecil dalam masyarakat yang terdiri dari orang tua dan anak. Maka secara umum orang tua bisa diartikan dengan ibu-bapak dari anak-anak yang dilahirkan. Menurut kamus besar Bahasa Indonesia, Bahwa : “Orang tua adalah sebagai ayah-ibu kandung, orang yang dianggap tua, orang yang dihormati atau disegani di kampung.”

Unit yang paling kecil dalam mengemban tugas untuk membina kehidupan anak dalam pendidikan keluarga adalah orang tua, dan bertanggungjawab terhadap pendidikan anak dalam lingkungannya. Sejalan dengan hal tersebut, Thomas Gordon berpendapat dalam bukunya bahwa :

“Orang tua ialah pribadi yang bertanggung jawab terhadap pembentukan pribadi anak dan pendidikan anak, sehingga dia harus bersikap konsisten dalam perasaan menyayangi anak, bersikap toleran, menyampaikan kebutuhan pribadi anak dan bersikap adil”

 

Dari pendapat tersebut dinyatakan bahwa orang tua sebagai ayah dan ibu harus bersikap konsisten dalam rangka tanggung jawab sebagai orang tua amat diperlukan anak dalam masa perkembangan. Namun demikian tanggung jawab setiap orang tua memiliki sikap yang berbeda dalam menunjukan rasa kasih sayang, sikap toleran dan sikap perhatian.

Motivasi orang tua harus dapat mencipatakan harmonis dalam proses pendidikan yang berlangsung seumur hidup. Orang tua harus bersikap dan berperan sebagai motivator dalam membina kelangsungan hidup anak, agar memiliki keterampilan dan wawasan yang lebih luas. Orang tua sebagai motivator dalam membina kecakapan, harus dapat menumbuh kembangkan cara berfikir lebih luas dalam meningkatkan prestasi dalam sikap belajar anak. Apabila anak kurang perhatian orang tua akan terjadi brooken home, karena anak memerlukan perhatian dan kasih sayang orang tua.

Dalam kaitan ini, Hasbullah menyatakan dalam bukunya bahwa : “Orang tua adalah orang dewasa, maka merekalah yang bertanggung jawab terhadap anak dan orang tua adalah tempat menggantungkan diri bagi anak secara wajar untuk menerima perhatian dan kasih sayang”.

Sementara itu St. Meichati dalam bukunya berpendapat bahwa “Orang tua adalah pendidik yang pertama menanamkan dasar-dasar bagi perkembangan jiwa anaknya”.

Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa orang tua adalah orang dewasa yang bertanggung jawab untuk memberikan motivasi dalam menumbuh kembangkan keharmonisan membina kelangsungan hidup anak, agar memiliki keterampilan dan wawasan yang luas dalam cara berpikir guna meningkatkan prestasi dalam sikap belajar anak. Dengan memberikan dorongan, perhatian dan rasa kasih sayang. Sebab orang tua sebagai tempat menggantungkan diri bagi anak-anak secara wajar.

Pendidikan dalam keluarga harus menciptakan suasana yang dapat membina serta mengembangkan kreativitas anak di rumah. Orang tua harus bersikap terbuka dan menerima gagasan yang diungkapkan anak, sekalipun barang kali orang tua tidak setuju. Hal ini akan menimbulkan perasaan di hargai dalam diri anak serta mendorong keberanian untuk menciptakan kreatif anak.

Berkaitan dengan hal ini, A. Tabrani Rusyan berpendapat dalam bukunya sebagai berikut :

  1. Orang tua dalam keluarga harus menciptakan suasana yang mengenang, membina serta mengembangkan kreativitas anak di rumah.
  2. Orang tua dalam keluarga harus berupaya merangsang anak untuk menyelidiki, meneliti, bertanya dan mencoba.
  3. Orang tua dalam keluarga harus dapat berfungsi sebagai nara sumber anak di rumah terhadap sikap kreativitas belajar”.

Dari uraian tersebut di atas, dapat disimpulkan bahwa pendidikan dalam keluarga yang diberikan oleh orang tua terhadap anak-anaknya adalah pendidikan yang didasarkan pada rasa kasih sayang dan perhatian untuk merangsang dan membina kreativitas anak-anaknya dilingkungan keluarganya masing-masing. Oleh karena itu kasih sayang dan perhatian orang tua terhadap anak-anaknya merupakan kasih sayang yang sejati, ini berarti orang tua harus mengutamakan kepentingan dan kebutuhan anak-anaknya dengan mengesampingkan keinginan dan kesenangan sendiri.

Oleh karena itu tugas dan tanggung jawab dipundak orang tua sebagai pendidik dan pengatur rumah tangga sangatlah berat. Sebab, baik dan buruknya pendidikan orang tua terhadap anaknya akan berpengaruh besar terhadap perkembangan dan watak sikap anaknya dikemudian hari.

Kehadiran anak dalam lingkungan keluarga, secara alamiah akan memberikan tanggung jawab terhadap orang tua, tanggung jawab orang tua terhadap anaknya berdasarkan atas motivasi cinta kasih sayang dan perhatian. Pada hakekatnya cinta kasih sayang dan perhatian orang tua terhadap anaknya dapat menjiwai tanggung jawab citra dan moral dalam memberikan pendidikan.

Dengan demikian orang tua pasti harus terlibat pada masalah cinta kasih sayang dan perhatian orang tua terhadap anaknya. Oleh karena itu setiap orang tua harus memahami tentang yang dimaksud dengan perhatian. Menurut pendapat Bimo Walgito yang dinyatakan dalam bukunya, perhatian adalah sebagai berikut:“Perhatian artinya merupakan pemusatan atau konsentrasi dari seluruh aktivitas yang ditujukan kepada sesuatu atau sekumpulan objek”.

Sedangkan menurut Agus Sujatno, bahwa perhatian adalah : “Konsentrasi atau aktivitas jiwa kita terhadap pengamatan, pengertian dan sebagainya dengan mengenyampingkan yang lain dari pada itu ”.

Berkaitan dengan paparan di atas, maka perhatian merupakan pemusatan dan konsentrasi dari seluruh aktivitas jiwa kita terhadap seluruh pengamatan, pengertian terhadap sesuatu objek dengan mengesampingkan yang lain dari pada itu.

Dari uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa perhatian orang tua ialah pemusatan kekuatan jiwa dan fisik dari orang tua terhadap anaknya dalam perkembangan dan pendidikan anaknya. Karena orang tua selalu memimpin dalam keluarga harus memiliki dan memberikan pendidikan yang terbaik dan terarah pada anaknya. Sehingga dari proses perhatian orang tua dalam keluarga terhadap anaknya menjadi tolak ukur keberhasilan sikap dalam belajar.

  1. Hakekat Hasil Belajar Siswa

Makna sikap secara sederhana dapat diartikan sebagai perbuatan pada pendirian seseorang baik pendapat dan keyakinannya yang berkaitan dengan kegiatan. Sedangkan menurut WJS. Poerwadaminta dalam kamus umum bahasa Indonesia yaitu : “Sikap adalah perbuatan yang berdasarkan kepada pendiriannya baik pendapat maupun keyakinannya”.

Karena itulah sering dinyatakan bahwa apabila seseorang berpendapat dan meyakini perbuatannya dalam suatu bidang, baik pekerjaan, belajar dan kegiatan yang lainnya suka disebut hasil. Maka sikap pada hakekatnya merupakan perbuatan atas dasar pendirian yang diyakininya untuk mencapai suatu kesuksesan.

Sikap merupakan proses perbuatan dari setiap individu untuk meyakini kemampuan peserta didik menuju kesuksesan. Kesuksesan akan diraih tergantung pada hasil kekuatan tiap-tiap individu.

Kesuksesan tergantung pada perbuatan dalam menekuni suatu proses kegiatan. Kegiatan diawali dari suatu proses pembelajaran. Belajar merupakan kunci suatu proses yang dilakukan seseorang baik individu maupun secara kelompok. Dalam kaitan ini Slamenta menyatakan dalam bukunya sebagai berikut, bahwa : “Belajar adalah suatu proses usaha yang dilakukan individu untuk memperoleh perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan sebagai hasil pengalaman dari individu itu sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya”.

Dari paparan di atas, bahwa sikap merupakan proses dari setiap insane dalam pendapat dan keyakinan kemampuan seorang peserta didik untuk menentukan kesuksesan. Namun demikian, kesuksesan perlu diawali dari sikap belajar. Sebab sikap belajar merupakan kunci proses perbuatan kegiatan yang ditekuninya untuk mencapai keberhasilan.

Pandangan seseorang tentang hasil belajar akan mempengaruhi tindakan yang berhubungan dengan setiap orang yang mempunyai pendapat dan keyakinan dalam perbuatan tentang belajar sebagai suatu proses penerapan prinsip.

Sikap belajar dalam tarap tinggi, terdapat pada manusia, yaitu belajar secara intelektual dengan pemahaman melalui berpikir, berbuat dan bersikap. Hasil belajar secara intelektual memerlukan penglihatan dan pemahaman objektif baik yang nyata maupun yang abstrak. Menurut Noehi Nasution sikap belajar memerlukan empat kondisi yang pundamental, yaitu : “Harus menginginkan sesuatu, perhatian sesuatu, melakukan sesuatu dan harus memperoleh sesuatu”.

Hasil belajar merupakan suatu proses usaha yang dilakukan individu untuk memperoleh suatu pendirian baik pendapat maupun keyakinan dalam perbuatan secara keseluruhan sebagai pengalaman dalam interaksi dengan lingkungannya. Maka pada hakekatnya sikap belajar merupakan suatu proses pendirian baik pendapat maupun keyakinan dalam perbuatan secara keseluruhan dalam memenuhi kebutuhan.

Setiap jenis sikap belajar merupakan suatu hasil belajar yang berlangsung di dalam diri pelajar, baik yang datang berdasarkan kondisi intern dan kondisi ekstern. Kondisi intern dan kondisi ekstern diwujudkan dengan cara yang berbeda-beda pada setiap sikap jenis belajar, seperti hasil belajar di sekolah. Maka pengaturan itu berlangsung melalui instruksi, yaitu menciptakan kondisi-kondisi ekstern menunjukan sikap kegiatan belajar diri siswa lebih didaktis. Dengan demikian hasil belajar merupakan kegiatan yang saling berhubungan dan berlangsung terus menerus secara aktif bukan kegiatan diam dan pasif.

Dari uraian di atas, maka dapat disimpulkan bahwa hasil belajar siswa adalah perbuatan yang berdasar pendiriannya baik pendapat dan keyakinannya dalam belajar sebagai suatu proses penerapan secara intelektual baik yang datang secara ekstern maupun intern. Untuk menentukan kesuksesan yang ditekuninya melalui pemahaman dan penglihatan secara objektif baik yang nyata maupun yang abstrak. Penglihatan dan pemahaman itu datang berdasarkan kondisi intern dan kondisi ekstern, sehingga pada akhirnya siswa akan menentukan sikap belajar secara sungguh-sungguh sesuai dengan perbuatan pada pendiriannya atas dasar pendapat dan keyakinannya untuk memenuhi kebutuhannya.

 

  1. B.    Kerangka Berpikir

Kehadiran anak dalam keluarga secara alamiah akan memberikan tanggung jawab terhadap orang tua. Tanggung jawab orang tua terhadap anaknya berdasarkan atas dasar motivasi cinta kasih sayang dan perhatian orang tua. Pendidikan dalam lingkungan keluarga harus menciptakan suasana yang harmonis, dalam proses pendidikan selalu anak mendapatkan perhatian yang penuh untuk menumbuhkan mental dan jiwa anak dalam menentukan sikap belajarnya. Sebab, anak adalah tumpuan harapan bangsa, sebagai generasi penerus keturunan yang diharapkan memiliki potensi sumber daya manusia yang tangguh dan handal, maka pertumbuhan dan perkembangannya harus optimal dan disinilah perhatian orang tua sebagai peran yang utama.

Fungsi orang tua adalah untuk melaksanakan pendidikan terhadap anak dalam rangka perkembangannya. Salah satu tujuannya adalah memberikan bekal kecerdasan anak untuk digunakan kelak dalam menjalani kehidupannya.

Dalam rangka melaksanakan fungsi itulah orang tua harus mempersiapkan anak agar berprilaku yang sesuai dengan nilai, norma dan falsafah yang berlaku di masyarakat. Tanggung jawab utama ada pada orang tua, walaupun pihak sekolah dapat ikut terlibat dalam pendidikan anaknya. Maka perhatian orang tua terhadap anak seharusnya dilakukan secara sengaja, intensif dan terkonsentrasi dengan penuh rasa kasih sayang demi sikap belajar pada anaknya.

Akan tetapi sebagian besar orang tua kurang menyadari pentingnya perhatian orang tua dalam kasih sayang yang dialami dalam lingkungan keluarga. Anak dianggapnya tidak perlu perhatian dan kasih sayang dalam belajar, tanpa ada upaya memberikan motivasi dan perhatian orang tua sebagaimana mestinya kepada perkembangan anaknya, terutama perkembangan sikap belajarnya. Pemegang peran dalam meningkatkan sikap belajar adalah lembaga sekolah, tetapi itu semua tidak terlepas dari sejauh mana peran orang tua dalam lingkungan keluarga memberikan motivasi dan perhatian terhadap sikap belajar anaknya baik di rumah maupun di sekolah. Akhirnya anak memperoleh sikap belajar jauh dari yang diharapkan. Lebih banyak anak yang lalai dalam menjalankan tugas dan kewajiban karena kurangnya perhatian orang tua dalam lingkungan keluarga.

Dari uraian di atas, maka diduga ada keterkaitan perhatian orang tua terhadap hasil belajar siswa di SD Negeri Curug 05 UPT Kurikulum XIX Kecamatan Jasinga Kabupaten Bogor.

 

 

 

BAB III

METODOLOGI PENELITIAN

 

A.    Tempat dan Waktu Penelitian

Dalam penelitian ini, penulis mengadakan penelitian di SDN Curug 05 UPT Kurikulum XIX Kecamatan Jasinga Kabupaten Bogor. Waktu mengadakan penelitian ialah terhitung mulai bulan Mei  2011, selama 2 Minggu.

 

B.     Variabel Penelitian

Dalam hal ini penelitian dilakukan sesuai dengan judul yang diangkat dan terdiri dari dua variabel penelitian, yaitu:

Variabel bebas/ independent variable (X), yaitu: Perhatian Orang tua.

Variabel terikat/ dependent variable (Y), yaitu: Hasil Belajar Siswa.

 

C.    Metode Penelitian

Metode adalah suatu cara yang sistimatis yang digunakan dalam suatu kegiatan penelitian untuk mencapai tujuan penelitian. Pengertian tersebut menunjukan bahwa metode penelitian yaitu suatu cara yang ditempuh peneliti dalam melaksanakan penelitian, sehingga perlu ditentukan secara jelas sesuai dengan arah dan tujuan penelitian.

Berdasarkan variabel penelitian, permasalahan dan teknik pengumpulan data atau instrumen penelitian maka metode penelitian yang digunakan adalah metode studi korelasi yang merupakan bagian dari metode deskriptif kuantitatif.

 

D.    Sampel dan Teknik Pengambilan Sampel

Sampel adalah suatu gambaran atau cerminan atau wakil dari keseluruhan populasi. Mengacu pada penjelasan tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa sampel yaitu suatu wakil atau cerminan dari keseluruhan populasi, sehingga dengan mempertimbangkan jumlah populasi yang cukup besar, keadaan lapangan penelitian yang luas, keterbatasan waktu dan kemampuan peneliti sendiri, maka penelitian dilakukan terhadap sebagian populasi dengan tetap memperhatikan keterwakilan dari populasi tersebut dengan sampel 40 orang.

 

E.     Instrumen Penelitian

Teknik pengumpulan data merupakan cara khusus yang digunakan peneliti dalam menggali data yang diperlukan dalam penelitian tentang perhatian orang tua yang merupakan variabel bebas.

Adapun instrumen penelitian atau alat ukur penelitian yang digunakan untuk mengumpulkan data dalam penelitian ini adalah angket berupa skala sikap dengan 30 pernyataan, dengan alternatif jawaban terdiri dari: sangat setuju (SS), setuju (S), ragu-ragu (R) tidak setuju (TS), sangat tidak setuju (STS).

Sedangkan skor nilai untuk masing-masing alternatif jawaban adalah SS=5, S=4, R=3, TS=2, STS=1 untuk pernyataan yang positif, dan skor nilai sebaliknya untuk pernyataan yang negatif.

Instrumen penelitian untuk mengumpulkan data tentang hasil belajar siswa sebagai variabel terikat, digunakan tes berupa skala sikap dengan 30 pernyataan, dengan alternatif jawaban terdiri dari: sangat setuju (SS), setuju (S), ragu-ragu (R) tidak setuju (TS), sangat tidak setuju (STS).

Sedangkan skor nilai untuk masing-masing alternatif jawaban adalah SS=5, S=4, R=3, TS=2, STS=1 untuk pernyataan yang positif, dan skor nilai sebaliknya untuk pernyataan yang negatif.

 

 

 

 

BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

 

A.    Deskripsi Data Hasil Penelitian

Deskripsi hasil penelitian ini adalah menyajikan hasil penelitian yang diperoleh dari jawaban responden atas pernyataan-pernyataan dengan alternatif jawaban yang tersedia. Hal ini dimaksudkan untuk mendeskripsikan distribusi skor masing-masing variabel yang diteliti, dalam ukuran tendensi sentral dan ukuran variasi. Dengan harga-harga yang disajikan setelah sebelumnya dianalisis dengan statistik deskriptif, meliputi rata-rata (X) simpangan baku standar deviasi (S) dan Varians (S²) dan distribusi frekwensi serta histogram frekwensi.

  1. 1.      Skor Perhatian Orang Tua (Variabel X)

Untuk melihat hubungan antara kecerdasan emosional (emotional question) dengan hasil belajar siswa maka diberlakukan penilaian variabel y (hasil belajar siswa/intelegensi) dan variabel x (perhatian orang tua). Dari hasil penelitian berdasarkan instrument penilaian, maka diperoleh data sebagai berikut :

Tabel 1

Distribusi Frekwensi Skor Perhatian Orang Tua (Variabel X)

No.

Rentang Nilai

Perolahan

F

%

1.

2.

3.

4.

5.

6.

< 50

50 – 59

60 – 69

70 – 79

80 – 89

90 – 100

I

IIII II

IIII IIII II

IIII IIII II

IIII II

I

1

7

12

12

7

1

2,5

17,5

30

30

17,5

2,5

Jumlah

40

40

100

 

Dari data tabel di atas, menunjukan bahwa skor pengaruh perhatian orang tua di SDN Curug 05 UPT Kurikulum XIX Kacamatan Jasinga Kabupaten Bogor yang berada di bawah rata-rata sebanyak 20 orang responden atau 50%, dan yang berada sama dengan rata-rata 12 orang atau 30%. Sedangkan yang berada di atas rata-rata sebanyak 8 orang responden atau 20%. Hal ini dapat disimpulkan bahwa pengaruh perhatian orang tua di SDN Curug 05 UPT Kurikulum XIX Kacamatan Jasinga Kabupaten Bogor termasuk kategori tinggi.

 

  1. 2.      Skor Hasil Belajar Siswa (Variabel Y)

Berdasarkan angket yang disebar berupa skala sikap dengan 30 pernyataan dan alternatif jawaban yang tersedia. Maka skor teoretik data yang diharapkan diperoleh dari penelitian untuk variabel hasil belajar siswa (Variabel Y) adalah data yang dikumpulkan dan diolah berasal dari 30 item pernyataan yang tersedia pada angket yang berupa skala sikap dari 40 orang responden siswa-siswi dari kelas V, jawabannya dimasukan ke dalam skala ordinal. Nilai dan skor kemudian ditabulasikan berdasarkan dimensi yang diamati.

Tabel 2

Skor Hasil Belajar Siswa Variabel Y

No.

Rentang

Perolehan

F

%

1.

2.

3.

4.

5.

6.

7.

48 – 51

52 – 55

56 – 59

60 – 63

64 – 67

68 – 72

73 – 75

I

II

IIII IIII

IIII IIII IIII II

IIII

IIII

I

1

2

10

17

5

4

1

2,5

5,0

25

42,5

12,5

10

2,5

Jumlah

40

40

100

 

Berdasarkan data pada tabel di atas dapat disebutkan bahwa skor hasil belajar siswa di SDN Curug 05 UPT Kurikulum XIX Kecamatan Jasinga Kabupaten Bogor,  menunjukan bahwa skor hasil belajar siswa yang berada di bawah rata-rata sebanyak 13 orang responden atau 32,5%, dan yang berada sama dengan rata-rata sebanyak 17 orang responden atau 42,5%, sedangkan yang berada di atas rata-rata sebanyak 10 orang responden atau 25%. Hal ini dapat disimpulkan bahwa hasil belajar siswa di SDN Curug 05 UPT Kurikulum XIX Kecamatan Jasinga Kabupaten Bogor termasuk kategori cukup.

 

B.     Interpretasi Data

Berdasarkan analisis korelasi product moment dapat disimpulkan bahwa:

  1. Ada pengaruh yang signifikan antara perhatian orang tua terhadap hasil belajar siswa di SDN Curug 05 UPT Kurikulum XIX Kecamatan Jasinga Kabupaten Bogor, karena hubungan yang ada adalah hubungan yang agak sedang.
  2. Diketahui konstribusi pengaruh perhatian orang tua terhadap hasil belajar siswa di SDN Curug 05 UPT Kurikulum XIX Kecamatan Jasinga Kabupaten Bogor, hanya 20,25% sedangkan sebagian besar, 79,75% merupakan konstribusi faktor lain.

 

C.    Pembahasan Hasil Penelitian

Berdasarkan hasil pengolahan data dari penelitian yang dilakukan peneliti, maka dapat dijelaskan hal-hal sebagai berikut; jika dilihat dari perhatian orang tua terhadap hasil belajar siswa di SDN Curug 05 UPT Kurikulum XIX Kecamatan Jasinga Kabupaten Bogor, perhatian orang tua terhadap hasil belajar siswa hampir setengahnya rendahnya perhatian orang tua. Akan tetapi, besarnya pengaruh perhatian orang tua terhadap hasil belajar siswa di SDN Curug 05 UPT Kurikulum XIX Kecamatan Jasinga Kabupaten Bogor tergolong dalam tingkat korelasi yang agak rendah.


BAB V

KESIMPULAN, IMPLIKASI DAN SARAN

 

A.    Kesimpulan

Pada akhirnya, penulis akan mengemukakan kesimpulan dalam proses penyusunan skripsi ini. Pada dasarnya penelitian ini adalah menguji sebuah hipotesis penelitian yang diajukan untuk mendapatkan data yang valid (sahih), dan dapat dipercaya tentang apakah terdapat pengaruh perhatian orang tua terhadap hasil belajar siswa di SDN Curug 05 UPT Kurikulum XIX Kecamatan Jasinga Kabupaten Bogor. Setelah pengujian dilakukan dan berdasarkan deskripsi data serta tujuan oprasional penelitian, dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut:

  1. Terdapat pengaruh yang signifikan antara perhatian orang tua terhadap hasil belajar siswa di SDN Curug 05 UPT Kurikulum XIX Kecamatan Jasinga Kabupaten Bogor.
  2. terdapat pengaruh yang signifikan antara perhatian orang tua terhadap hasil belajar siswa di SDN Curug 05 UPT Kurikulum XIX Kecamatan Jasinga Kabupaten Bogor, karena tergolong dalam tingkat korelasi yang sedang, namun bukan berarti sepenuhnya terdapat pengaruh dari perhatian orang tua terhadap hasil belajar siswa di SDN Curug 05 UPT Kurikulum XIX Kecamatan Jasinga Kabupaten Bogor, ternyata ada pengaruhnya yakni sebesar 20,25%.Implikasi

 

B.     Saran- saran

Berdasarkan hasil penelitian yang telah penulis simpulkan di atas, maka akhirnya penulis mengemukakan beberapa saran sebagai berikut :

  1. Hendaknya ada dorongan dan perhatian terhadap pendidikan
  2. Belajar bagi anak sangat membutuhkan motivasi orang tua dalam keluarga, demi keberhasilan anak untuk menggapai cita-cita dan menghadapi kehidupan sehari-hari yang cemerlang.

 

 

 

KISI-KISI INSTRUMEN PENELITIAN

PERHATIAN ORANG TUA VARIABEL X

 

No

Aspek Penelitian

Butir soal

Jumlah

Positif

Negatif

1

2

3

4

5

1

Pentingnya perhatian orang tua

1,2,4,6

3,5

6

2

Perhatian orang tua dalam belajar

7,8,10,12

9,11

6

3

Tujuan perhatian orang tua

13,14,16,17

15,18

6

4

Manfaat perhatian orang tua

19,20,22,24

21,23

6

5

Pemahaman perhatian orang tua

25,26,28,30

27,29

6

Jumlah

20

10

30

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


 

KISI-KISI INSTRUMEN PENELITIAN

HASIL  BELAJAR SISWA VARIABEL Y

No

Aspek Penelitian

Butir soal

Jumlah

Positif

Negatif

1

2

3

4

5

1

Hasil belajar siswa

2,3,4,5

1,6

6

2

Kendala-kendala yang timbul dalam proses kegiatan belajar

7,8,10,12

9,11

6

3

Faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan belajar siswa

14,15,16,17

13,18

6

4

Tujuan dalam proses belajar

19,20,22,24

21,23

6

5

Keadaan lingkungan

25,26,28,30

27,29

6

Jumlah

20

10

30

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Lampiran : 3

ANGKET SKALA SIKAP VARIABEL X

(PERHATIAN ORANG TUA)

 

  1. Identitas Responden
    1. Nama                                                : ………………………………………
    2. Usia/ Umur                                       : …….. Tahun
    3. Jenis Kelamin                                   : Laki-laki/ Perempuan *)
    4. Pekerjaan                                          : ………………………………………
    5. Agama                                              : ………………………………………

 

  1. Petunjuk Pengisian
    1. Bacalah pernyataan dibawah ini dengan teliti!
    2. Tiap pernyataan terdiri dari 5 (lima) pilihan jawaban, yaitu:

No

Pilihan Jawaban

Skoring

1

Sangat Setuju (SS)

5

2

Setuju (S)

4

3

Ragu-ragu (R)

3

4

Tidak Setuju (TS)

2

5

Sangat Tidak Setuju (STS)

1

 

  1. Anda diminta untuk memberikan tanda check list (Ö ) pada kolom pernyataan yang telah disediakan dan jawablah sesuai dengan pendapat anda secara benar dan jujur.
  2. setelah diisi dimohon dikembalikan dan atas bantuannya kami ucapkan banyak terima kasih.

 

Lampiran : 4

ANGKET SKALA SIKAP VARIABEL X

(HASIL BELAJAR SISWA)

 

  1. Identitas Responden
    1. Nama                                                : ………………………………………
    2. Usia/ Umur                                       : …….. Tahun
    3. Jenis Kelamin                                   : Laki-laki/ Perempuan *)
    4. Pekerjaan                                          : ………………………………………
    5. Agama                                              : ………………………………………

 

  1. Petunjuk Pengisian
    1. Bacalah pernyataan dibawah ini dengan teliti!
    2. Tiap pernyataan terdiri dari 5 (lima) pilihan jawaban, yaitu:

No

Pilihan Jawaban

Skoring

1

Sangat Setuju (SS)

5

2

Setuju (S)

4

3

Ragu-ragu (R)

3

4

Tidak Setuju (TS)

2

5

Sangat Tidak Setuju (STS)

1

 

  1. Anda diminta untuk memberikan tanda check list (Ö ) pada kolom pernyataan yang telah disediakan dan jawablah sesuai dengan pendapat anda secara benar dan jujur.
  2. setelah diisi dimohon dikembalikan dan atas bantuannya kami ucapkan banyak terima kasih.

 

Lampiran : 5

 

Instrumen Penelitian Perhatian Orang Tua Variabel X

 

No

Pernyataan

Pilihan Jawaban

SS

S

R

TS

STS

1

Perhatian orang tua sangat penting terhadap tumbuh kembang siwa          

2

Perhatian orang tua terhadap siswa tidak boleh berlebihan          

3

Perhatian orang tua tidak harus selalu diberikan oleh orang tua          

4

Banyak siswa yang manja diakibatkan perhatian orang tua yang berlebihan          

5

Setiap orang tua pasti ingin memberikan perhatian yang cukup terhadap anaknya          

6

Orang tua yang sibuk dibolehkan untuk tidak memperhatikan orang tua          

7

Belajar siswa dirumah harus memdapat perhatian orang tuanya          

8

Perhatian orang tua dalam belajar siswa dapat meningkatkan prestasi siswa          

9

Belajar di rumah sangat menunjang bagi pengetahuna siswa          

10

Banyak orang tua yang menuruti anaknya yang malas belajar          

11

Siswa yang malas belajar tidak terlepas dari perhatian orang tuanya yang kurang          

12

Sewaktu-waktu orang tua butuh hadir di sekolah untuk melihat anaknya belajar          

13

Perhatian orang tua diberikan agar anak memiliki keinginan dan dorongan untuk belajar          

14

Selain di rumah, motivasi belajar juga harus diberikan di sekolah          

15

Banyak siswa yang nakal akibat dari kurangnya perhatian orang tua          

16

Setiap anak pasti dangat membutuhkan perhatian dari orang tuanya          

17

Perhatian orang tua harus diberikan secara proporsional          

18

Anak tidak membutuhkan perhatian orang tua          

19

Setiap perhatian yang diberikan bermaksud untuk memberikan bimbingan terhadap siswa          

20

Perhatian orang tua memberikan manfaat besar terhadap kepribadian siswa          

21

Perhatian yang orang tua berikan tidak memberikan dampak apa-apa          

22

Orang yang sukses adalah orang memahami pentingnya belajar.          

23

Orang tua yang paham pasti akan memberikan perhatian secara proporsional          

24

Setiap tingkah laku siswa seharusnya tidak lepas dari panadangan orang tua          

25

Keperluan belajar merupakan suatu hal yang tidak bisa dikesampingkan karena itu adalah kebutuhan manusia.          

26

Belajar merupakan kegiatan yang hanya bisa dilakukan di sekolah.          

27

Banyak orang tua yang acuh taka acuh kepada anaknya dikarenakan kurangnya tentang perhatian orang tua          

28

Anak-anak yang berprestasi adalah anak-anak yang mendapat perhatian dari orang tuanya          

29

Siswa yang malas ternyata meruka kurang mendapat perhatian dari orang tua          

30

Perhatian orang tua dapat memberikan dorongan dalam belajar          

 

 

Instrumen Penelitian Hasil Belajar Siswa Variabel Y

 

No

Pernyataan

Pilihan Jawaban

SS

S

R

TS

STS

1

Siswa yang cerdas adalah siswa yang berhasil dalam belajar          

2

Keberhasilan siswa dalam belajar tidak terlepas dari peran serta orang tua          

3

Siswa yang rajin akan berhasil dalam proses belajar          

4

Hasil belajar yang baik akan memberikan rasa percaya diri pada siswa          

5

Setiap siswa pasti menginginkan berhasil dalam proses belajar          

6

Ada siswa yang tidak ingin berhasil dalam belajar          

7

Kegagalan dalam proses belajar disebabkan karena siswa mengalami kesulitan dalam belajar          

8

Kurangnya dorongan dari orang tua menyebabkan anak gagal dalam kegiatan belajar          

9

Semua siswa tidak memiliki kendala dalam proses kegiatan belajar          

10

Kondisi sekolah yang tidak kondusif menyebabkan anak sulit menerima hasil belajar          

11

Guru tidak mengalami kesulitan dalam melakukan kegiatan belajar kepada siswa

 

         

12

Setiap siswa memiliki kendala yang berbeda dalam proses belajar          

13

Orang tua dan guru tidak mempengaruhi keberhasilan belajar siswa          

14

Lingkungan keluarga memberikan kontribusi yang signifikan terhadap hasil belajar siswa          

15

Guru sebagai motivator bagi siswa dalam memperoleh hasil belajar yang baik          

16

Teman bermain siswa ikut andil dalam menentukan hasil belajar siswa          

17

Faktor yang mempengaruhi hasil belajar siswa dapat timbul dari dalam diri ataupun dari luar diri siswa          

18

Faktor keberhasilan siswa sangat ditentukan oleh faktor lingkungan          

19

Setiap siswa yang rajin belajar menginginkan hasil belajar yang baik          

20

Tujuan pembelajaran pada siswa yaitu merubah tingkah laku siswa          

21

Siswa belajar karena rasa ingin tahu          

22

Rata-rata siswa rajin belajar karena ingin menambah pengetahuannya          

23

Guru memberikan proses pembelajaran bertujuan membentuk siswa yang berhasil          

24

Sebagian besar siswa belajar dengan tekun bertujuan untuk memperoleh juara kelas          

25

Keadaan lingkungan sekolah menjadi pusat yang menentukan hasil belajar siswa          

26

Lingkungan keluarga sedikit banyak memberikan pengaruh terhadap hasil belajar siswa          

27

Lingkungan pergaulan siswa memberikan imbas terhadap hasil belajar siswa          

28

Keluarga yang paham akan pentingnya pendidikan akan menciptakan keadaan lingkungan yang kondusif guna memperoleh hasil belajar siswa yang baik          

29

Keberhasilan siswa dalam belajar ditentukan oleh lingkungan          

30

Lingkungan tidak memberikan dampak apa-apa terhadap hasil belajar siswa          

 

 

About these ads

2 thoughts on “Karya Tulis Ilmiah Hubungan Perhatian Orang Tua Terhadap Hasil Belajar Siswa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s